Aku juga rutin periksa kesehatanku ke semarang. Sudah terbiasa dengan jarum suntik saat cek laboratorium. Bahkan aku terbiasa menahan buang air kecil saat berangkat untuk cek urin di rumah sakit. Lama-lama aku juga terbiasa sendiri ke Semarang naik motor.
Beberapa bulan ku coba jalani dengan menerima semuanya. Di hari-hari biasa terkadang ikut suami tinggal seminggu di Blora sebagai penawar bosan. Terkadang di Purwodadi bersama mertua, sembari bantu mengelola minimarket milik beliau yang berada tepat di samping rumah.
Di penghujung tahun, tidak kubiarkan kesempatan pendaftaran CPNS terlewat begitu saja. Di tahun sebelumnua, kami berdua mendaftar bersama di Blora, sayangnya rejeki ku tidak disana. 2 tahun sebelumnya aku hanya lolos di Administrasi (gagal SKD). Kemudian tahun lalu hanya lolos ujian SKD (gagal SKB), aku berharap di tahun ini aku bisa lolos hingga ujian SKB.
Berjalan beberapa bulan, persyaratan administrasi sudah memenuhi dan juga lolos SKD. Tinggal menunggu tanggal pelaksanaan ujian SKB. Selama menunggu itu entah kenapa isi kepalaku jadi semrawut. Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya, hanya berantakan, dan entah harus disusun bagaimana. Minat ku pada tes SKB makin lama jadi goyah. Jangan tanya kenapa, aku juga tidak mengerti.
Aku dan suami kemudian berinisiatif untuk mulai program kehamilan yang sebelumnya sudah ku konsul kan dengan dokter Hellmi. Boleh katanya. Aku mencari dokter obgyn di rumah sakit terdekat. Setelah semua pemeriksaan sudah dilakukan, aku diresepkan obat penyubur rahim dan juga vitamin untuk kami berdua.
to be continued~
No comments:
Post a Comment